Amman - Pemerintah Yordania kemungkinan bakal meninjau kembali hubungan diplomatiknya dengan Israel. Hal ini dilakukan sehubungan dengan agresi militer yang dilancarkan Israel ke Palestina.
Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Yordania Nader Dahabi seperti dilansir Al Jazeera, Senin (5/1/2009).
"Yordania akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk mempertimbangkan kembali hubungan dengan Israel," kata Dhabi.
"Tak mungkin kita tetap diam saat ancaman ini mempengaruhi keamanan seluruh wilayah," imbuhnya.
Yordania merupakan satu di antara dua negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Negara Arab lainnya adalah Mesir.
Dengan meningkatnya aksi protes publik Yordania terhadap Israel, pemerintah Yordania kini terdesak untuk memikirkan kembali hubungan diplomatik tersebut.
Sebelumnya ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yordania berdemo di luar gedung parlemen di ibukota Amman untuk mendesak pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel. Massa juga menyerukan pengusiran duta besar Israel dari Yordania.
Yordania dihuni oleh hampir tiga juta pengungsi asal Palestina. Sebagian besar dari mereka telah menjadi warga negara Yordania.

